Kebiasaan Pacaran yang Dulu serius Banget Sekarang Jadi Biasa Aja Hubungan antara dua orang itu nggak terjadi gitu-gitu aja.Bangun tidur, tau-tau kamupunya pacar. Nggak, bro. Hidupnggak seenak itu. Segalasesuatu itu harus ada prosesdan langkah-langkahnya. Begitujuga pacaran. Ada step-stepnya.Kenalan, pdkt, nembak, jadian,lamaran, nikah dst. Kalo kebiasaan-kebiasaan orangpacaran gimana? Jaman dulusama jaman sekarang beda standar. Apa aja kira-kira? Monggo dibaca!
1. Ngajak ke RumahJaman sekarang,
ngajak pacar kerumah itu bukan suatu hal yangluar biasa. Tetep deg-degan sih.Gimana ntar kalo ketemu ibusama bapaknya. Harus bersikapgimana? Cium tangan apa ciumjidat? Panik sendiri. Itu wajar.Tapi nggak lantas bikinparno,“Waduh, abis ini pasti guadiajak kawin, nih! Gawat!”.Nggak gitu juga kali. Biasa aja.Tapi, lain cerita kalo kita tinggaldi jaman dulu. Jaman alattransportasi masih andong. Kaloudah diajak ke rumah, itutandanya pacar kamu seriusbanget. Saking seriusnya, bisaaja dia ngelamar kamu besokanharinya, kalo emangkeluarganya setuju. Nah, lho!
2. Ngenalin ke Orangtua Nah,
ini dia yang suka bikinorang grogi setengah idup.Bolak-balik ganti baju, mulaidari baju yang casual, rapi,sampe seragam pramukadicoba. Pokoknya nggak bolehkeliatan gembel.Tapi, dikenalinke orangtua, untuk jamansekarang juga udah biasa aja.Nggak bisa dijadiin ukuran serius atau nggak. Ya,seenggaknya itu daripengalaman NYUNYU. Hehe. Nah, kalo jaman dulu beda. Momendikenalin ke orangtua adalahmomen sakral. Itu artinya pacarkamu nggak main-main. Diamau kamu jadi pendampinghidup seumurhidupnya.Jeng..jeng!
3. Liburan Bareng
Jaman dulu boro-boro liburanbareng, pulang sekolah barengitu udah paling maksimal.Trusnganterin sampe pager rumah,dadah-dadahan deh. Begitu ajatiap hari. Jaman sekarang, udahbukan pulang sekolah barenglevelnya, tapi liburan bareng. Ituudah jadi hal yang lumrah.
4. Tidur Bareng
Eh jangan macem-macem dulumikirnya. Tidur bareng tuhmaksudnya di satu tempat tapikasur yang beda. Misalnya, lagiada kumpul-kumpul acarasekolah atau jurusan di kampusyang mengharuskan kita nginep.Gitu, lhooooo.. Nah, jaman dulumah boro-boro nginep, apalagi cewek. Jam 9 udah harus tidur,besok sekolah. Nggak ada itukelayapan sampe tengahmalem, kecuali tuh ceweksebangsa kelelawar! nyunyuTEAM |
http://www.facebook.com/permalink.php?id=233109350056889&story_fbid=547528615281626 Cara
Memilih Pasangan Yang Baik Admin | Posted on: 26 May 2013 11:00 wib
Cara Memilih Pasangan Yang Baik Cara terbaik untuk memilih pasangan adalah dengan menggunakan kecerdasan emosional Anda. Berikut adalah sepuluh tips yang akan membantu Anda memilih pasangan yang baik.
1. Daya tarik seksual didasarkan pada perasaan primitif dan kuat yang dapat "membajak" Anda. Ini berasal dari otak reptil yang memang secara otomatis terdapat di dalam diri setiap manusia. Dorongan secara seksual itu kuat di dalam diri karena berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia. Tapi jangan biarkan diri Anda dikuasai oleh hasrat dan nafsu duniawi. Anda perlu melihat dari sisi lain.
2. Menyentuh sangat penting untuk kesehatan mental dan fisik. Pilih pasangan yang penuh kasih sayang, yang suka menyentuh Anda dan juga disentuh. Tapi bukan berarti sentuhan yang berakhir kepada hubungan Seks, tapi sentuhan yang berupa afeksi (kasih sayang). 3. Perhatikan komunikasi non-verbal. Pilihlah pasangan yang melihat Anda dengan kasih sayang dan kebaikan di mata mereka. Emosi mudah menular dan sebagian besar ditularkan melalui mata. 4. Pikirkan keputusan Anda saat memilihnya. Kecerdasan emosional berarti menggunakan 3 bagian dari otak Anda - termasuk neokorteks, otak berpikir. Bertentangan dengan apa yang dipikirkan banyak orang, EQ bukan hanya berarti emosi. Ini juga bisa berarti menggunakan perasaan. Pertimbangkan kompatibilitas - latar belakang keluarga, nilai-nilai, tujuan, bagaimana dia merawat kesehatan fisik dan mental mereka. Pertimbangkan gaya hidupnya secara umum. Tanyakan beberapa pertanyaan kepada teman-temannya agar Anda bisa lebih mengenal dan memastikan pilihan Anda.
5. Pertimbangkan kesadaran emosional pasangan Anda, dan kesadarannya terhadap emosi Anda, kemampuan mereka untuk berempati. Studi menunjukkan bahwa salah satu ciri paling prediktif untuk kompatibilitas jika salah satu pasangan dapat merasakan kesedihan pasangannya. 6. Seberapa optimis pasangan Anda? Optimisme adalah fasilitator dari semua kompetensi kecerdasan emosional. Selain itu, optimis untuk hidup lebih lama, mendapatkan kesehatan yang lebih baik, sembuh lebih cepat, dan meraih lebih banyak hal dalam hidup. Emosi mudah menular, dan optimisme adalah sesuatu yang Anda inginkan dalam hidup Anda.
7. Berharap pada pasangan Anda. Intensionalitas adalah kompetensi EQ yang berarti mengatakan apa yang Anda maksud dan makna apa yang Anda katakan. Hal ini juga berarti bertanggung jawab atas motif di balik tindakan Anda. Anda harus berhubungan dengan diri sendiri, dan memiliki pasangan yang juga demikian, karena berpasangan tentu memerlukan komitmen, yaitu Intensionalitas.
8. Mempertimbangkan tingkat kesetiaan pasangan Anda. Anda akan bersama-sama dalam waktu yang lama, melalui pasang surut, dan kehidupan dapat melemparkan Anda beberapa masalah pastinya. Bagaimana dia dapat mengatasi hal-hal itu? Apakah dia mampu tumbuh melalui kesulitan?
9. Bagaimana Anda dan pasangan mengelola kemarahan? Studi menunjukkan bahwa pasangan yang paling sukses adalah mereka yang mampu menenangkan diri mereka dan menenangkan pasangan mereka, bukan berdebat dan ingin menang dari pasangannya.
10. Seberapa seimbang hidupnya itu? Hidup itu harus seimbang. Ada saatnya bekerja, belajar, dan menghibur diri. Tidak boleh berat sebelah. Ada juga saatnya dia menyisihkan waktu untuk Anda dan untuk kepentingannya. Jika Anda sudah menemukan
10 kriteria diatas dalam diri pasangan Anda, apa lagi yang perlu Anda tambahkan?

Posting Komentar